PERPISAHAN

By: Kholilurrohman (9A/III)

[lanjutan cerita "L" ]

SETELAH luput dari kebuntuan hati yang bisa teratasi begitu saja, aku kini mulai meneteskan air mata yang sudah tak bisa aku tahan lagi, air mata yang terus membasahi membran kulitku yang telah aku pakai sejak 25488 jam yang lalu..

Rasanya sedih ditinggal sahabat-sahabat yang terus mengerti apa yang ada didalam lubuk hatiku. Kehilangan para insan-insan pilihan, yang telah membimbing aku menjadi seperti ini. Walupun perpisahan belum terjadi aku tetap merasa perpisahan itu sudah menimpaku.

Waktu kini terus meninggalkan si fulan yang sedang terlena dalam dimensi angannya. Tak sadar dengan apa yang diperbuatnya. Tak terasa baru beberapa hari yang lalu aku menginjakkan kakiku di majelis ini, dan kini tinggal beberapa hari lagi aku harus hengkang dari majelis ini.

Kenangan pahit getirnya hidup baru pertama kali aku rasakan di sini. Di majelis yang dipenuhi para penghias surga kelak nanti. Di waktu masih berumur sekitar 7 tahun-an, aku hanya merasakan bagaimana buaian kasih sayang ayah bundaku yang tak kan pernah aku lupakan, kesedihan, kegetiran hidup belurn pernah aku rasakan, tapi kini aku untuk pertama kalinya merasakannya dalam lingkup hidupku.

Aku merasa sudah kehilangan orang-orang yang aku sayang, yang aku cintai, tapi aku baru merasakannya sekarang ini, mungkin dulu-dulu aku tak bisa merasakan itu bahkan aku terkadang membenci semuanya, apalagi kalau sedang nggak mood, semua serba salah dan aku merasa diriku ini yang paling benar.

Aku tak bisa bayangkan lagi, kehilangan insan-insan pilihan yang sangat ikhlas menemaniku membelah dunia, mengenalkan aku tentang kekuasaan-Nya, dan semuanya. Aku melangkah menuju tempat dimana aku berlindung dari mara bahaya kasat mata yang menjulang tinggi mengisi lautan biru dengan perasaan hampa, memikirkan perpisahan yang terasa sudah melanda diriku.

Disepanjang umurku yang kian habis seperti lilin ulang tahun yang tak kunjung di tiup oleh tuannya. Jelas aku pernah menyakiti perasaan semua penghuni majelis ini. Di dalam lubuk hatiku yang terdalam terucap sebuah kalimat yang tak kan pernah didengar oleh siapa pun kecuali orang yang mempunyai hubungan erat dengan lengan hatiku yang tak kan pernah aku lepaskan.

Aku memandang semuanya dengan mata berkaca-kaca, dan semuanya seperti dunia bawah laut yang sangat eksotis juga di lihat dengan mata telanjang. Aku menjadi sangat kerdil dan terkadang senyum berlinangan air mata jika mengingat-ingat kejadian yang telah aku lewati.

Di dalam hati aku tak ingin sekali meninggalkan majelis ini, tapi semua pihak terus menuntutku untuk meninggalkannya. Mungkin inilah sebagian dari sisa hidupku, harus bisa menerima keadaan pahit sekalipun ditengah-tengah kebahagiaan yang tersembunyi di baliknya.

Aku sudah tak bisa lagi menuliskan isi hatiku. Rangkaian huruf yang terselip didalam hati kecilku pun habis terkikis oleh air mata yang terus mengalir membentuk lautan asin tanpa garam. Satu kalimat yang hanya bisa aku tuliskan dari sisa-sisa rangkaian kata hatiku,

” maafkanlah aku, aku belum bisa membuat bibir manismu merekah seperti buah semangka dibelah dua.”

TAMAT

IMPOSIBLE TRIANGLE GAMBARAN IMPIAN

By : M. Ali Fikry (9B/III)

MIMPI yang bagiku merupakan “a miracle word”. Ya, a miraacle word. Kata ajaib dimana makna-makna yang dalam terdapat padanya.

Seperti halnya kata-kata yang ada dalam bahasa Indonesia, jika mendapat imbuhan akan dapat mengubah makna kata itu. Mimpi dengan imbuhan ber (bermimpi) pada setiap konteks akan berbeda makna. Dapat berarti berkhayal, dapat pula bermakna sebagai bunga tidur. Namun memang a miracle word jika kata mimpi menjadi impian maka makna yang dalam, misteri, dan sebuah realita tertanam di balik kemegahan kata tersebut. Dimana kata tersebut bermakna sebagai suatu cita-cita yang bukan hanya sekedar cita-cita melainkan lebih kepada cita-cita yang agung, tinggi, dan didasari keyakinan penuh atau dapat diartikan sebagai cita-cita yang merengkuh khayalan.

Dibalik kata ini berdiri megah sebuah misteri dan juga realita hidup sebenarnya dimana potongan-potongan mozaik hidup akan terhubung satu sama lain. Di sinilah impian tergambar laksana imposible triangle. Ya, segitiga tak mungkin dimana dimensi-dimensinya sulit diterjemahkan dan sudut-sudutnya mengandung anomali.

http://bfarber.com/screens/%5B3065%5DImposible.jpg

Jelas tergambar pada bangun tersebut bahwa jika dalam tujuan menggapai impian, kita hanya melihat dan memfikir secara logis dan rasional maka banyak diantara kita yang akan tumbang sebelum kita dapat mencapai impian kita. Karena sama halnya dengan bangun segitiga tak mungkin diatas, jika kita lihat dan piker secara logis dan rasional maka bangun tersebut bukanlah segitiga melainkan tiga garis yang saling terhubung namun taksemua ujungnya menyatu.

Salah suatu awal kegagalan dalam menggapai impian dimulai, dimana kita hanya melihat suatu impian berdasarkan kenyatan yang ada pada diri kita.

Sama halnya dengan saat kita melihat bangun segitiga tak mungkin diatas maka bangun tersebut hanyalah sebuah bangun segitiga ilusi yang hanya dapat dilihat dari bangun datar sebagai sebuah segitiga .

Namun sudahkah klian membaca novel luar biasa yang berjudul Sang Pemimpi (salah satu novel dari  tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata) yang menceritakan kisah nyata dua orang tokohnya; Ikal dan Arai yang berhasil menggapai impian mereka yang sebenarnya jika kita lihat dan pikir secara logis dan rasional maka hal tersebut hanyalah sebuah khayalan. Bagaimana tidak, diceritakan dalam novel tersebut bahwa mereka berasal dari keluarga kasta rendah dalam strata kehidupan. Dan mereka hanyalah seorang kuli ngambat pedalaman Belitong. Tetapi mereka menggantung mimpi di altar suci almamater Sorbone, Prancis dan menjelajahi Eropa sampai Afrika.

Apakah hal diatas bukan suatu khayalan jika kita hanya melihat impian pada sebuah pemikiran yang logis, namun dengan bermodal kerja keras, keyakinan, dan serpihan kata suci. Mereka mampu menggapai impian mereka tersebut.

Hal ini sama halnya jika kita melihat bangun imposible triangle dengan logis dan apa adanya. Namun sama halnya dengan jalan mereka dalam menggapai impian mereka keliling Eropa sampai Afrika yang dapat mereka raih dengan mengamen(seni patung keliling) yang diceritakan dalam novel lanjutannya Edensor. Maka keberhasilan tersebut dicapai dengan suatu yang takkan terpikirkan oleh kita. Maka bangun itu pun demikian, jika kita amati bangun ilusi tersebut kemudian kita hubungkan sisi terluar dan terdalam bangun tersebut maka akan muncul antonym bangun semula. Dimana impian terhubung dengan kenyataan bukan seperti bangun semula yang menggambarkan bahwa impian dan kenyataan tak terhubung. Hal ini bermakna dengan kenyataan seperti apapun kenyataan yang ada jika kita landasi dengan kerja keras, keyakinan, dan do’a maka impian bukanlah suatu yang tak mungkin terjadi.

Maka makna bangun tersebut adalah impian merupakan suatu yang nyata, jika kita dasari dengan kerja keras, keyakinan, dan do’amaka akan terkuak sebuah misteri hidup dan akan muncul suatu keajaiban.

Dan didalam bangun itu terdapat sebuah segi enam yang merupakan intisari bangun tersebut atau jika dalam penggapaian impian bangun tersebut merupakan perlambangan 6 penjuru mata angina yang terhubung dan memiliki arti terjawabnya 6 dasar pertanyaan. Apa, siapa, dimana, bagaimana, mengapa, dan kapan yang kesemuanya tentang pencapaian impian.

Namun bukankah penjuru mata angin itu ada 8?. Ya mata angina ada delapan dan dua mata angin yang tidak ada melambangkan kehendak Nya (takdir) yang tidak diketahui dan merupakan yang utama.

Disinilah kesimpulan besar ditarik

Bermimpilah karena tuhan akan memeluk impian-impianmu

~Arai ~
dalam : Sang Pemimpi (Andrea Hirata)

Ditulis dalam Artikel. 3 Komentar »

” L “

By: Kholilurrohman (9A/III)

~ Gelar L ~

DIKALA jantung berdetak kencang mengisi rongga dada yang terus mengempis dan menggembang, pikiran dan hati mulai tertuju oleh lembaran kertas putih bertuliskan puluhan kata-kata yang bermakna sangat indah diikuti beberapa digit angka yang bisa membuat jiwa raga kita melayang dan terjun bebas dari angkasa.

Aku mencari dua buah kata yang tertera dalam lembaran itu, aku urut dari yang paling atas sampai yang terakhir dengan otot yang menahan kedipan tuannya, dan akhirnya aku temukan sebuah nama dengan nomor urut 16. Sebuah nama yang sangat tidak asing lagi bagiku dan terus melekat erat di dalam keningku.

Aku ejah rangkaian huruf-demi huruf yang tertera dalam baris ke- 17 itu. Aku renungkan sejenak. Aku amati sekali lagi rangkaian huruf yang memancarkan senyuman di setiap orang yang melihatnya dengan mata hati, dan tak lupa aku balas senyuman manis itu.

Denyut nadi semakin kencang, syaraf-syaraf otak yang mulai kontraksi memikirkan apa yang baru saja aku lihat. Aku susuri satu demi satu kolom demi kolom dari baris itu.  Aku lihat deretan-deretan digit angka yang terus membuat mata ini menganga tanpa perintah tuannya.

Aku menemukan sebuah huruf yang membentuk sudut 90°, dengan lambang ” L ” di kolom akhir baris tersebut. Aku tak bisa apa-apa lagi, tubuh yang dilapisi kulit kecoklatan ini didera hujan salju yang membuat seluruh syaraf-syarafku beristirahat sejenak.

Aku hanya bisa menganga melihat sebuah huruf itu, huruf yang telah menghipnotisku meninggalkan dunia yang penuh fatamorgana ini menuju dimensi yang tak dapat aku hitung sekalipun. Itulah sebuah huruf yang aku harapkan melekat erat di samping namaku.

Sebuah huruf yang bukan aku saja yang mengharapkannya, tapi seluruh orang yang mengenalku kini muncul dengan tanpa di undang dengan tanpa pengawalan ketat.

***

SUDAH 25488 jam aku hidup bersama para insan pilihan Tuhan, dan saat ini aku sudah mendapatkan gelar ” L “. Itu semua tak luput dari para insan tad. Dalam benakku bertanya-tanya, ” apakah mereka merasakan apa yang aku rasakan saat ini ?.”

Tanda tanya besar tergantung bebas diatas ubun-ubunku. Tapi aku tak menghiraukannya. Bah mereka bahagia, bah susah, yang penting aku mendapat gelar ” L “. Itulah sebuah gagasan yang keluar dari pikiranku tanpa kawalan ketat dari pihak hatiku.

Pikiran yang terus terbuai oleh gelar itu kini dan ditolak mentah-mentah oleh hatiku terus debat tanpa seorang hakim di meja hijau. Seluruh jiwa dan ragaku terhinotis oleh pikiran itu. Tapi ada sesosok bayangan putih yang terus berbisik ke telingaku yang bisa melawan hipnotis itu. Lisanku yang penuh dengan merah darah mulai komat-kamit melamtunkan mantra-mantra yang diajarkan bayangan itu. Dan akhirnya hipnotis itu hilang lenyap diterpa gelegaran mantra-mantra itu.

Aku mulai berfikir untuk memecahkan kebuntuan yang terus mengganjal hatiku. Aku tak menghiraukan semuanya. Seluruh syaraf-syaraf yang beristirahat sejenak tadi mulai bekerja kembali walupun tak menuruti perintah tuannya. Aku mulai beranjak dari hadapan baris ke-16 tadi. Aku menuju peraduan sambil menggaruk-garukkan kelima jemari kecilku kearah rambut hitam yang menyelimuti batok kepalaku.

Di dalam peraduan aku terdiam membisu tanpa satupun kata yang keluar dari lisanku, aku memikirkan masalah itu. Aku yakin semua insan tadi bangga dengan deretan gelar ” L ” yang terus berderet-deret menghiasi kolom terakhir dari baris ke-1 sampai yang ke-55.

***

SAAT lamunanku tertuju pada sebuah titik putih ditengah-tengah padang lapang yang hitam pekat, tiba-tiba hilanglah titik itu. Aku pun tersentak kaget dengan kejadian itu. Aku tengok ke atas apakah ada tahi cecak yang jatuh menimpa titik itu atau ada yang lain. Aku meneruskan lagi lamunanku, tapi tiba-tiba….

” kelinthing…….thing….thing…..,”

Sebuah logam berharga mendarat bebas memecah lamunanku. Aku tersentak kaget dan menemukan sebuah titik balik dari kebuntuan hatiku.

Aku baru sadar dari sebuah keterpurukan yang telah menimpaku beberapa second yang lalu. Aku hanya sekejap memikirkan itu semua sehingga hanya dapat memecah kebuntuan hatiku dengan hanya mengedipkan mata saja.

[...]

ANEMILASI™

PEMISAH CAMPURAN TENAGA ANGIN©

Original Idea and Copyrighted by : M. Rizal Khoiri (9B/III)

I.ILUSTRASI

Rizal Khoiri)

II.ALAT-ALAT

1. Wadah campuran

2. Campuran

3. Wadah pengarah camuran yang akan dipisahkan

4. Sisir

5. Kipas angin

6. Anemat

7. Residu

8. Wadah anemat

III. SYARAT-SYARAT CAMPURAN

1. Campuran berupa kombinasi zat padat

2. Campuran memiliki perbedaan massa yang mencolok, usahakan residu sangat ringan

IV.CARA-CARA ANEMILASI

1. Tuangkan campuran padawadah nomor 3

2. Dalam keadaan miring, campuran akan bergeser kebawah dalam keadaan diagonal

3. Campuran akan melalui sisir yang berfungsi sebagai pengatur jumlah campuran yang bertujuan memperkecil ukuran jumlah campuran yang menuju ke langkah selanjutnya,celah antara sisir dan benda no 3 diatur sesuai ukuran rata-rata zat anggota campuran.

4. Campuran yang diperkecil ukuran jumlahnya,akan jatuh pada terpaan angin yang sudah diatur kecepatannya.Pengaturan kecepatan angin ditentukan oleh kekuatan angin untuk memisahkan campuran

5. Angin akan membawa terbang zat yang massanya lebih kecil(residu) dan menyisakan zat yang massanya lebih besar (anemat)

6. Dengan memperkecil ukuran jumlah campuran, maka angin akan lebih mudah (teliti) memisahkan campuran, karena gaya yang dilakukan angin akan menyebabkan tekanan secara lebih rata kepada campuran, dan mengakibatkan campuran yang dipisahkan lebih teliti(tak ada yang terlewatkan)

7. Zat yang lebih kecil massanya akan dibawa terbang(residu) dan yang massanya lebih besar akan tersisa dan masuk dalam wadah (anemat)

V.FUNGSI UNTUK UMUM

1. Memisahkan antara beras dengan kotorannya

2. Memisahkan antara biji kacang dengan selaputnya yang sudah terkelupas dan masih tercampur

3. Dan lain-lain yang bermanfaat untuk masyarakat

Kayfiyatul Fikri Wannadhri

Oleh: Arrozaq Nugraha Putra [Alumni II]

friendster.com/

SETIAP orang pasti punya pendapat yang berbeda tentang tiap masalah. Kita contohkan masalah FPI yang baru-baru ini menjadi sangat kontroversial. Beberapa pendapat pun keluar dari opini masyarakat. Pihak oposisi pemerintah menyatakan bahwa kejadian ini hanyalah akal-akalan pemerintah untuk megalihkan perhatian masyarakat yang sebelumnya fokus dengan kenaikan harga BBM.

Pihak tertentu menjadi ikut-ikutan terprovokasi dengan peristiwa ini, mereka kontra dengan tindakan yang dilakukan oleh FPI. Beberapa dengan alasan tindakan FPI tidak berdasar dengan agama yang seharusnya menjadi landasannya sehingga terkesan menjelek-jelekan agamanya sendiri. Di pihak yang berbeda juga tidak setuju dengan tindakan tersebut kaena jelas mereka menganggap tindakan FPI dilandasi ideologi yang jauh berbeda dengan mereka yang mengatasnamakan kebebasan beragama dan berkepercayaan. Terkadang, orang-orang pihak ini malu dengan apa yang mereka yakini sehingga akan sering berpendapat sesuai pendapat yang menganggap tindakan FPI hanya mencoreng muka kaum seagamanya sendiri.

Di satu sisi, ternyata masih ada yang setuju bahkan mendukung tindakan FPI itu. Mereka beralasan, orang-orang negeri ini sudah terlalu ndablek kalau hanya sekedar diingatkan tanpa ada tindakan nyata. Faktanya, hanya FPI-lah yang berani melakukan sweeping dan razia langsung ke tempa-tempat hiburan yang para penegak hukumpun masih mamang untuk menindaknya.

Jika, kita perhatikan pendapat dari tiap-tiap pihak tersebut, tampak sekali ada beberapa faktor yang mempengaruhi tiap-tiap pendapat yang dimunculkan oleh tiap pihak. Faktor-faktor tersebut adalah :

1. Budaya : Ideologi akan mempengaruhi pendapat sesuai doktrin alur berpikir yang dipakai. Misal, ketika seorang wanita suku tertentu bisa mengeluarka air susu dari payudaranya karena baru saja melahirkan dan ia memiliki seekor babi, maka air susunya pun akan diberikan kepada babinya, ia beranggapan babinya itu bisa dijual sedangkan anaknya tidak sehingga bisa meningkatkan nilai jual babinya.

2. Agama : Agama biasanya mempengaruhi pendapat pada cara seseorang menghukumi suatu kejadian. Misalnya, orang Hindu akan sangat menghormati sapi dengan tidak memakan maupun menyembelihnya. Berbeda dengan orang Islam yang justru menjadikannya sebagai binatang kurban pada hari raya Qurban.

3. Ideologi : ideologi akan mempengaruhi pendapat pada bagian mensikapi permasalahan yang ada. Seperti demokrat yang suka menyelesaikan semua masalahnya dengan musyawarah dan jalur hukum, apapun keputusan yang dihasilkan.

4. Kebiasaan : Kebiasaan mempengaruhi pendapat tentang bagaimana menuntaskan masalah. Orang yang terbiasa dengan kekerasan akan lebih suka menengahi perdebatan dengan pertarungan dan menghindari pembicaraan yang bertele-tele.

5. Pengetahuan : Pendapat orang intelek maupun merasa intelek tentu akan berbeda dengan yang tidak tahu mauupun yang merasa tidak tahu. Pendapatnya akan berbeda tentang penjelasan dan pembuktiannya yang bisa masuk akal maupun tidak.

Pemimpin diskusi seharusnya mengetahui latar belakang peserta diskusi demi kelancaran diskusi

Dari beberapa hal itu kita bisa saja menebak dan mengetahui jalan pikir seseorang jika kita ajukan suatu masalah, termasuk memaklumi pendapat seseorang yang berbeda dengan kita dan memberinya penjelasan sesuai jalan dan cara berpikirnya. Kemudian, memimpin dan memutuskan hasil diskusi yang benar-benar menjadi penengah dan pembuka masalah yang baik. Bukan sekedar berpendapat tanpa tahu apa yang dirasakan oleh peserta diskusi.

Hidup Itu Konyol

By: Afif Rahman A [9A/III]

Kawan …….

Taukah engkau tentang arti hidup..?

Banyak versi pendapat yang mengatakan maknanya

Hidup adalah suatu hamparan jiwa yang memukau, penuh dengan warna dan cita rasa kecapnya yang menambah selera. Namun hal itu mungkin hanya dirasakan oleh para konglomerat yang selalu cengengesan saat keluar rumah.

Kontras sekali dengan para penghuni setia kolong jembatan yang selalu kedinginan dan tak pernah melepas wajah cemberutnya.Bagi mereka hidup tak lebih dari sekedar alkohol 100% yang dimasukkan kedalam tubuh. Cuma bisa bikin melepuh….menangis… dan akhirnya mati.

Tapi bagiku hidup itu gila, hanya sekedar sandiwara dunia yang membuat para pelakunya terinfeksi virus stres tingkat tinggi. Namun di sisi lain, ada suatu cerita unik dalam hidup. Mulai dari pemikiran-pemikiran konyol sampai petualangan yang mendebarkan terangkum jadi satu di dalamnya. Aku sendiri terkadang menangis saat tahu bahwa hidup itu kejam dan mengerikan. Namun tak jarang aku tertawa ngakak ketika aku tahu bahwa hidup itu konyol. Bahkan benar-benar konyol. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.